Senin, 14 Desember 2009

Escherchia Coli sebagai Sumber Energi Masa Depan

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam. Dari bahan makanan sampai sumber energi tersedia di Indonesia. Sayangnya, karena kelalaian bangsa Indonesia dalam memanfaatkannya, kini  sumber daya alam mulai terasa langka, terutama sumber energi. Kondisi ini menggerakkan para ilmuwan untuk mengembangkan sumber energi pengganti minyak bumi, salah satunya teknologi “blue energy”. Dimana zat yang berperan penting dalam teknologi ini adalah hidrogen. Dalam teknologi ini hidrogen, tidaklah dimanfaatkan secara langsung, tetapi melalui proses pembakaran. Dimana pembakaran hidrogen menghasilkan energi yang sangat tinggi. Pada awal perkembangan teknologi ini, karena jumlah hidrogen di alam diperkirakan tidak memadai, hidrogen diperoleh dari hasil elektrolisis air. Walaupun proses ini dapat memenuhi jumlah hidrogen untuk digunakan sebagai bahan bakar, proses ini sangat mahal dan membutuhkan energi yang sangat besar, sehingga bahan bakar hidrogen belum dapat digunakan secara komersial sampai saat ini. Namun, belakangan ini telah ditemukan solusi untuk memecahkan masalah tersebut yaitu dengan memanfaatkan bakteri Escherichia coli sebagai sumber energi yang dibawa hidrogen. Pemanfaatan bakteri Escherichia coli ini merupakan inovasi yang paling menjanjikan bagi sumber energi masa depan, baik di Indonesia, maupun di seluruh dunia karena sumber energi ini tersedia dalam jumlah yang memadai, ramah lingkungan dan terbarukan (renewable).

Jumlah Memadai
Bakteri Escherichia coli berkembang biak dengan cara melakukan pembelahan biner dan peristiwa berlangsung dengan sangat cepat yaitu selama 20 detik untuk setiap kali pembelahannya. Ciri khas inilah yang digunakan untuk menghasilkan hidrogen dalam jumlah yang sangat besar dalam waktu yang singkat dan biaya yang murah. Tetapi, hal ini tidak dapat terjadi begitu saja karena dalam kondisi normalnya bakteri Escherichia coli tidak dapat menghasilkan hidrogen dalam jumlah yang berarti. Oleh karena itu, diperlukanlah teknologi rekayasa genetik untuk menghasilkan jumlah hidrogen yang berlimpah. Yang dilakukan adalah memodifikasi stuktur genetik bakteri Escherichia coli dengan menghilangkan enam gen spesifik. Pemodifikasian ini telah dibuktikan oleh Prof. Thomas Wood, profesor Fakultas Teknik Kimia Universitas A&M Texas, dapat menghasilkan hidrogen 140 kali lebih banyak dibandingkan proses normal. Hal inilah yang menunjukkan bahwa bakteri escherichia coli sebagai sumber energi akan dapat memenuhi segala kebutuhan kita akan energi di masa yang akan datang.

Ramah Lingkungan
Dalam pemanfaatan bakteri Escherichia coli sebagai sumber energi sesuai dengan konsep “blue energy”. Yang dimaksud dengan “blue energy” adalah energi yang ramah lingkungan. Untuk mewujudkan hal itu, maka digunakanlah hidrogen yang dihasilkan bakteri Escherichia coli sebagai  bahan bakar. Pemilihan hidrogen sebagai bahan bakar ini tidaklah sembarangan dibutuhkan penelitian dan eksperiman untuk membuktikan hasil yang diperoleh dari pembakaran hidrogen tidak mencemari lingkungan. Karena penelitian dan eksperimen itu, kita dapat mengetahui reaksi pembakaran hidrogen tersebut dan secara sederhana dapat dituliskan sebagai berikut:
2H2 + O2 ? 2H2O
Dapat kita lihat bahwa pembakaran hidrogen hanya menghasilkan uap air yang tidak berbahaya bagi lingkungan maupun manusia.

Terbarukan (Renewable)
Pemanfaatan Bakteri Escherchia coli yang telah dimodifikasi, yang menghasilkan hidrogen dalam jumlah yang banyak, tidaklah mengakibatkan habisnya bakteri Escherichia coli yang dapat dimanfaatkan sebagi sumber energi. Bakteri Escherchia coli yang telah dimanfaatkan dapat dimanfaatkan kembali karena yang dimanfaatkan sebagai energi hanya hidrogen yang dihasilkan bakteri tersebut. Walaupun begitu, waktu hidup  Escherchia coli tidaklah panjang. Oleh karena itu, bakteri Escherchia coli yang baru sebagai hasil dari berkembang biak segera menggantikan fungsi dari bakteri yang telah kehabisan waktu hidup, sehingga mengakibatkan terbentuknya siklus, dimana bakteri Escherichia coli yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi akan terus dihasilkan. Peristiwa seperti inilah yang kita sebut terbarukan (“renewable”). 

Bakteri Escherichia coli merupakan jawaban dari permasalahan kelangkaannya  sumber energi, baik di Indonesia, maupun seluruh dunia. Dengan memanfaatkan bakteri Escherchia coli, biaya yang kita keluarkan untuk sumber energi lebih murah, energi yang kita peroleh lebih tinggi, dan kehidupan di bumi menjadi lebih bersih dan sehat  dibandingkan memanfaatkan sumber energi fosil karena bakteri Escherchia coli dapat memenuhi segala kebutuhan akan energi, tidak mencemari lingkungan, dan terus berkembang biak menggantikan yang telah dimanfaatkan. (DHSS )   


Tidak ada komentar:

Posting Komentar