Senin, 14 Desember 2009

Sel Surya

   Cahaya matahari merupakan gelombang elektromagnet sekaligus merupakan salah satu bentuk energi, dimana kita telah memanfaatkannya berabad-abad. Pemanfaatannya pun berkembang seiring perkembangan ilmu pengetahuan. Salah satu pemanfaatannya adalah pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang memanfaatkan energi foton menjadi energi listrik dengan menggunakan sel surya.
Sel surya tersusun oleh kaca pelindung dan material adhesive transparan yang melindungi sel surya dari keadaan lingkungan, material anti-refleksi untuk menyerap lebih banyak cahaya dan mengurangi cahaya yang dipantulkan , semikonduktor P-N (terbuat dari silikon) untuk menghasilkan medan listrik, saluran awal dan saluran akhir untuk mengirim elektron ke perabot listrik.
   Cara kerja sel surya adalah ketika cahaya bersentuhan dengan sel surya dan diserap oleh bahan semikonduktor, terjadi pelepasan elektron (efek foto listrik). Saat elektron berpindah menuju bahan semikonduktor pada lapisan yang berbeda (energi yang lebih rendah) maka terjadi perubahan sigma gaya-gaya pada bahan. Gaya tolakan antar bahan semikonduktor, menyebabkan aliran medan listrik .
Walaupun sel surya telah menggunakan bahan-bahan dan cara kerja yang modern, efisiensi tertinggi sel surya baru mencapai 40%. Hal ini terjadi karena berbagai faktor , sehingga tidak seluruh cahaya yang diproses di dalam sel surya diubah menjadi energi listrik. Faktor-faktor ini meliputi sifat inheren semikonduktor yang dipakai sebagai sel yang tidak menangkap semua spektrum cahaya tampak, energi yang dibutuhkan untuk melepas ikatan elektron, dan hambatan dari rangkaian listrik yang digunakan, sehingga sebagian dari energi foton yang terserap berubah menjadi energi kalor. Hal inilah yang menunjukan Hukum Termodinamika I(Hukum Kekekalan Energi), yang berbunyi Energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan, tetapi dapat dirubah bentuknya. Oleh karena itu, tidak mungkin ada sel surya denngan efisiensi 100%.
   Pada sel surya juga berlaku Hukum Termodinamika II (Hukum Keseimbangan /Kenaikan Entropi), yang berbunyi Sebuah proses alami yang bemula di dalam suatu keadaan kesetimbangan dan berakhir di dalam suatu keadaan kesetimbangan lain akan bergerak dalam arah yang menyebabkan entropi dari sitem dan lingkungannya semakin besar.(DHSS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar